Rinduku, Rindumu, Menjadi Rindu
Kita Bersama
KULON PROGO (MIMKENTENGKP) Selamat Hari Pendidikan
Nasional, momen yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Momen yang sangat membahagiakan untuk semua
elemen pendidikan di bumi pertiwi ini baik dari Sabang sampai Merauke. Mari
sejenak menengok ke belakang, kita bersama membuka sejarah siapakah tokoh yang
rela berjuang jiwa raganya demi pendidikan di Indonesia. Beliau Bapak Ki Hajar
Dewantara, sang Pahlawan Nasional Pendidikan. “Jadikan setiap tempat sebagai
sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru“ Pesan Ki Hajar Dewantara. Pesan
beliau sangat tepat apabila diterapkan dalam kondisi yang sekarang kita alami.
Pandemi Covid -19 ini menyebabkan kegiatan pembelajaran di sekolah dari tingkat
Paud, Tk, SD/MI, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, sampai perkuliahan beralih menjadi
pembelajaran di rumah.
Hal yang sama dialami oleh MI Muhammadiyah Kenteng,
adanya pandemi Covid-19 ini membuat seluruh kegiatan sekolah menjadi WFH yang
dimulai sejak pertengahan bulan Maret hingga bulan Mei saat ini, anak-anak pun
belajar lewat sistem pembelajaran daring. Bapak ibu guru bekerja sama dengan
bapak ibu wali murid dalam sistem pembelajaran daring tersebut. Kepala Madrasah
Bapak Rujito, S.Pd.I,M.Pd memberikan hak kepada setiap wali kelas masing-masing
untuk melaksanakan pembelajaran daring yang tentunya masih dalam koridor
pendidikan sesuai kurikulum sekolah dan tidak memberatkan siswa maupun orang
tua wali yang akan mendapingi, hasil keputusan yang didapatkan dalam rapat guru
secara online sebelumnya Rabu ,(18/3/2020).
“Semangat belajar dan beramal nak di rumahmu
masing-masing” Pesan Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Kenteng dalam video online
yang dibuat oleh editor sekolah untuk para wali siswa lewat grup WA Rabu (24/4/2020).
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar
Makarim mengatakan juga bahwa pandemi COVID-19 telah membuat para guru, siswa dan
orang tua menyadari bahwa pendidikan bukan sesuatu yang bisa dilakukan di
sekolah saja. "Tetapi pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi
yang efektif dari guru, siswa dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan
yang efektif tidak mungkin terjadi," ujar Nadiem saat peringatan Hari
Pendidikan Nasional di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).
Suatu hari pernah beberapa siswa yang mencurahkan
apa yang dirasakan kepada beberapa wali kelas. “Pak ,kapan sekolah lagi pak?
Kami kangen sekolah pak, kami kangen belajar dan bermain bersama dengan
teman-teman pak”.Sebagai wali kelas hanya bisa memberikan keterangan bahwa
menunggu sampai adanya himbauan dari pemerintah bahwa negara ini sudah aman
dari pandemi Covid-19. Sebagai orang tua kedua bagi anak-anak di sekolah
tentunya pasti akan merasa kehilangan dan rindu ketika harus tidak berjumpa,
belajar, bersenang-senang bersama dalam kurun waktu yang lumayan lama. Adapun
foto diawal diambil pada Senin (18//11/19) saat upacara memperingati Milad
Muhammadiyah ke 108 yang mengungsung tema tentang pendidikan, yaitu
“Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” sebagai salah satu obat rindu bagi pendidik dan
peserta didik MI Muhammadiyah Kenteng.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Bersatu padu kita
menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan menuju Indonesia maju” pesan Presiden
Indonesia Ir. Joko Widodo dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional
tahun ini, sejalan dengan visi dan misi MI Muhammadiyah Kenteng yaitu
mewujudkan sekolah yang Berkarakter, Berprestasi dan Berbudaya. “Mari
bersama-sama berdoa dan beriktiar bersama semoga pandemi covid-19 di bumi
pertiwi ini segera sirna, sehingga sebagai seorang pendidik kita dapat kembali
kepada apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita yakni mencetak generasi penerus bangsa yang terdidik”,
Pungkas Rizco (ras).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar