..Welcome to my blog..

Assalammualaikum..
Semuanya salam pendidikan .. ^_^

Semoga bermanfaat untuk kita semua, selain itu kritik dan saran yang mendukung juga sangat diharapkan.
Semangat dan sukses selalu untuk kita...
go go go...!!!

Kamis, 30 April 2020

TETAP KOMPAK WALAU BERJARAK


DUO  GURU MODEL  MIM KENTENG KP JADI MODERATOR  2 KELAS ONLINE KOMUNITAS PUSTAKAWAN MASA KINI INDONESIA

Kulon Progo (MIMKENTENGKP) – Dua guru MI Muhammadiyah Kenteng Kulon Progo diberi kesempatan oleh program Sekolah Literasi Indonesia untuk menjadi moderator di kegiatan 2 kelas online DORAYAKI dan kelas online SELF DRIVING yang diadakan oleh KOPI (Komunitas Pustakawan Masa Kini). Kelas online Dorayaki  dimoderatori oleh Beny Mu’alim, M.Pd sedangkan untuk kelas onine Self Driving dimoderatori oleh Rizco Ardian Saputro,S.Pd. Kegiatan kedua kelas online ini dilaksanakan pada hari Jum’at yaitu tanggal (17/04/20) dan  (24/04/20) pada pukul 13.00 – 15.00 WIB melalui gurb WA yang berisika anggota sebanyak kurang lebih 250 orang. Kelas online Dorayaki dihadiiri kurang lebih 22 orang dan kelas online Self Driving dihadiri kurang lebih  37 orang.
Komunitas Pustakwan Masa Kini ini tidak hanya terdiri dari guru saja namun dari semua kalangan dari seluruh penjuru nusantara Indonesia, semua bersama-sama dalam rangka berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk menembah wawasan. Kedua guru MI Muhammadiyah Kenteng ini juga merupakan dua orang guru model Sekolah Literasi Indonesia bersama Bapak Kepala Madrasah belia Bapak rujito,S.Pd.I, M.Pd. Manfaatkan kesempatan bagus ini, dan berusahalah untuk bisa menjadi contoh yang baik bagi orang lain“ pesan dari Kepala Madrasah untuk yang menjadi cambukan semangat bagi kedua guru keren MI Muhammadiyah Kenteng ini.

Materi yang disampaikan pada kelas online Dorayaki dengan pemateri yaitu Ibu Nurul Utami, M,Pd beliau adalah guru SDN Giripeni Kulon Progo yaitu tentang bagaimana cara membangun siswa yang berkarakter dengan cara mendongeng. Era Global yang semakin kuat arus informasinya, dan juga berbagai kebudayaan dari luar baik barat maupun timur yang masuk ke Indonesia, merupakan suatu hal yang perlu untuk menjadi perhatian seorang pendidik terhadap perkembangan anak didiknya. Pendidikan karakter bukanlah ilmu praktis, pendidikan karakter memerlukan sebuah proses, dan proses terbaiknya yaitu saat anak mencapai usia emas, sehingga besar harapannya supaya nilai-nilaikarakter dapat terpatri kuat dalam hati dan pikiran anak.
Salah satu caranya yaitu dengan kegiatan mendongeng, dimulai dari lingkup keluarga. Mendongeng dapat mengasah fantasi dan imainasi anak. Adapun manfaat dari mendongeng yaitu mendekatkan hubungan orang tua dengan anak, menyisipkan nilai moral saat mendongeng. Adapun beberapa karakter yang dapat ditumbuhkan melalui dongeng yaitu kejujuran, kerendahan hati, rasa empati, dan suka menolong. Mendongeng dapat dikupas dngan lebih menarik yaitu dengan membuat boneka karakter, sederhana tak perlu banyak biaya, serta alat dan bahan yang diperlukan mudah untuk didapatkan.

Materi yang disampaikan pada kelas online Self Driving oleh Ibu Solikhah,S.Pd guru SD Muhammadiyah Girinyono Kulon Progo yaitu tentang bagaimana cara mengajar menjadi lebih menarik ketika di kelas. Banyak cara atau tips yang dapat dilakukan untuk menyetir kelas yang menyenangkan. Sesuai dengan buku Self Driving, Menjadi Driver atau Passangger” Karya Rhenaldi Kasali, Ph.D tahun 2018, menunjukkan bahwa menjadi guru yang bermental Driver perlu untuk siap segera dalam situasi dan kondisi untuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan saat dikelas. Guru bermental driver pasti akan menyampaikan materi dengan sangat menyenangkan, kreatif, efektif dan kondusif.
Pembelajaran tidak hanya mengajarkan anak untuk menjadi BISA namun juga TAHU, karena kalau anak hanya sebatas tahu , mereka hanya akan bermental passengger. Maka dari itu seorang guru yang bermental driver perlu memiliki tujuan yang jelas dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan, persiapan matang baik display kelas maupun media pembelajaran yang dibutuhkan, sederhana namun penting yaitu bersenang-senanglah dalam pembelajaran, anak dibuat aktif jangan pasif, supaya suasana kelas menjadi lebih hidup, dan kondusif.
Alhamdulillah ,setelah kurang lebih 2,5 jam proses kelas online, akhirnya Pak Benny Mu’alim,M.Pd dan Pak Rizco Ardian Saputro,S.Pd dalam memandu kelas online dapat lancar terkendali atas kerjasama dengan pemateri hebat yaitu Ibu Nurul Utami, M.Pd dan Ibu Solikhah, S.Pd, beliau semuanya juga merasa senang dan bahagia bisa berbagi ilmu walaupun rasa nerves pasti ada. Semua yang sudah dicapai baik pemateri dan moderator juga didukung oleh bantuan dan bimbingan dari Kawan (Konsultan Relawan) SLI yaitu Kawan Irfa dan Kawan Wahyu yang sudah setia membantu bahkan sampai dibuatkan forum khusus untuk simulasi sebelum pelaksanaan kelas onlinenya. “Adapun yang menjadi kunci supaya kegiatan baik online maupun tidak adalah dengan adanya kekompakan dan kerjasama, walaupun tidak berada dalam satu tempat dan via daring namun dapat berproses bersama. Besar harapan semoga ilmu yang sudah disampaiakn dapat diimplementasikandi dalam kegiatan pembelajaran, supaya menjadi lebih berkesan dan bermakna” pungkas Rizco.

#berkaryadirumahsaja

#DompetDhuafaPendidikan
#InspirasiRamadan
#Literasi
#Ceritainspirasi 
#Artikelramadhan

Minggu, 26 April 2020

TERIMA KASIH PAHLAWAN DUNIA


TERIMA KASIH PAHLAWAN DUNIA
(Karya ini saya persembahkan untuk para pejuang Covid-19 yang setia berjuang di garda terdepan)

Tanpa Lelah Kau Berjuang
Peluh Keringat Bercucuran Tanpa Bimbang
Membasahi Raga Membanjiri Nestapa di Tanah Beta
Kau Pijakkan Kaki, Langkahkan Mantap Menolong Asa
Berkorban Tanpa Suara, Berjuang Tanpa Iba, Bertahan Tak Harap Biaya
Disaat Semua Tengah Terlelap
Kau Terjaga Dalam Sebuah Tatap
Demi Insan Yang Terselubungi Benda Tak Kasap
Menggerogoti  Jiwa Dimanapun Dia Menetap
Kesetiaanmu Setiap Waktu,
Berada di Garda Terdepan Tanpa Ragu
Tak Peduli Lunglai Lesu Tak Menentu Yang Berbaur Menjadi Satu
Tinggalkan Sejenak Ratap Keluarga Yang Selalu Merindu Akan Pelukmu
Pantaslah Kau Sebagai Pahlawan Dunia
Karena Tanpa Pamrih Bertaruh Nyawa
Teriring Doa Dalam Kami Bermunajat Kepada-Nya
Membalas Semua Pengorbanan dan Jasa Sang Pahlawan Dunia
Berharap Musibah Ini Segera Sirna, Hingga Kembali Bersua Dalam Senyum Bahagia  
Terima Kasih Para Pejuang Asa
Terima Kasih Para Pejuang Raga
Terima Kasih Para Pejuang Jiwa
Terima Kasih untukmu Pahlawan Dunia

#ramadhankuduka

#berkaryadirumahsaja
#DompetDhuafaPendidikan
#InspirasiRamadan
#GalaksiRamadan
#Literasi
#Ceritainspirasi
#Puisiinspirasi

RAMADHAN KINI DALAM PANDEMI


Ramadhanku Bahagia Namun Duka
Hilal Datang Ke Negeriku
Menampakkan Dirinya Untuk Terangi Semua
Isyarat Tanda Ramadhan Telah Tiba
Berharap Angkat Semua Musibah di Tanah Beta
Namun Kini Terasa Duka , Hanya Ulah Benda Tak Kasap Mata
Merenggut Semua Insan Tak Berdaya , Tak Peduli Isak Tangis Laranya
Ramadhanku Bahagia Namun  Duka
Kini Surau Tak  Ramai Seperti Sedia Kala , Layang Tersurat Datang Menghimbau Semua
Menahan Diri Untuk Bersua, Bercengkerama Dibalik Semua  Dengan  Pengahalang Muka
Ramadhanku Bahagia Namun Duka
Takjilan, Ibadah Berjamaah di Masjid Kini Tiada
Shalat Jamaah  Pun  Bersekat, Sedih Dalam Jiwa Merasakannya
Nikmat Ramadhan Perlahan Terasa Sirna
Ramadhanku Bahagia Namun Duka
Aku Rindu , Rindu Ramadhan Yang Penuh Berkah
Aku Kangen, Kangen Ramdhan Yang Penuh Istiqomah
Tanpa Ada Fatamorgana Yang Meraja
Merampas Semua  Membabi Buta Tanpa Rasa
Kini Hanya Ada Harap dan Doa, Bermunajat Memohon Kepadanya
Pertebal Iman, Perkuat Ukhuwah dan Asa
Sehingga Tersudahilah Semua, Kembali Kepada Alakadarnya
Ramadhanku Bahagia Namun Duka

#ramadhankuduka
#berkaryadirumahsaja
#DompetDhuafaPendidikan
#InspirasiRamadan
#GalaksiRamadan
#Literasi
#Ceritainspirasi
#Puisiinspirasi

Sabtu, 18 April 2020

KIAT HOME SCHOOL BIAR TETEP COOL



Saat ini virus Covid-19 atau sering disapa Corona masih bermukim di berbagai belahan dunia. Awalnya virus ini berasal dari Tiongkok dan kemudian menyebar ke negara lain. Virus ini telah menjangkiti dan membunuh banyak orang di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Berbagai aktivitas di seluruh bidang terjeda, termasuk di dunia pendidikan.
Anak-anak dan para guru sekarang tak lagi belajar di sekolah. Semua pembelajaran dialihkan menjadi home schooling. Hal tersebut dilakukan untuk memutus penyebaran virus dan melindungi anak-anak maupun para guru agar tak tertular virus ini. Home schooling telah dimulai sejak pertengahan bulan Maret dan diperpanjang lagi sampai bulan April. Anak-anak MI Muhammadiyah Kenteng sejauh ini sangat menikmati dan menjalankan semua arahan ataupun beberapa tugas dari guru wali kelas.
Anak-anak yang belajar di rumah dibantu oleh orang tua/wali masing-masing. Pembelajaran ini ternyata dapat mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Orang tua menjadi semakin paham dengan gaya belajar dan kemampuan anaknya. Sementara itu, ada sedikit hal berbeda dengan siswa MI Muhammadiyah Kenteng. Sebagian di antara siswa-siswanya merupakan anak panti. Mereka bertempat tinggal di Panti Asuhan Binausaadah Galur, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Sebagaimana siswa lain melakukan home schooling, anak-anak panti juga demikian. Perbedaannya, anak panti belum berkesempatan didampingi orang tua, melainkan didampingi oleh pengasuh santri.
Alhamdulillah, beberapa pengasuh santri panti ini adalah guru MI Muhammadiyah Kenteng sendiri. Banyak yang telah diperoleh dari proses home schooling ini. Berbagai kegiatannya memberikan pelajaran kepada kita bahwa guru dan para orang tua perlu lebih kreatif untuk memunculkan gaya belajar yang menyenangkan, tidak membosankan, dan membuat anak lebih semangat dalam belajar. Bagaimana tidak? Seringkali, setiap hari anak-anak belajar di rumah tanpa media pembelajaran, dan beberapa mungkin terbatas oleh ruang karena beberapa orang tua belum bisa mendampingi anak dengan maksimal.
Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan guru atau wali kelas 4 MI Muhammadiyah Kenteng kepada beberapa siswa dan orang tua. Hasilnya, beberapa anak menyampaikan lebih nyaman dan senang belajar di sekolah, bisa bertemu dengan banyak teman dan guru. Sementara menurut orang tua, kegiatan belajar anak lebih terfokus jika dilaksanakan di sekolah. Guru dan para orang tua hebat, bagaimana memunculkan kegiatan belajar yang menyenangkan? MI Muhammadiyah Kenteng memiliki cara yang kece agar anak-anak semakin betah belajar di rumah.
Kiat ini juga bisa dilakukan  di mana saja. Seperti filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, “Semua orang adalah murid, semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah”. Orang tua tidak perlu canggung karena kita semua adalah pembelajar, sekaligus pendidik yang siap belajar, dan tempat belajar kita tidak terbatas pada empat dinding. Guru MI Muhammadiyah Kenteng melakukan pendampingan home schooling dengan sesekali bersama-sama bernyanyi. Guru dan para orang tua hebat juga bisa melakukan Fun Reading Activities (FRA) dan Fun Literacy Activities (FLA).
FRA dan FLA merupakan kegiatan literasi menyenangkan yang sudah dibagikan oleh Sekolah Literasi Indonesia (SLI) program Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta (DDJ) melalui pelatihan dan pembinaan kepala sekolah/kepala madrasah serta guru. FRA merupakan suatu kegiatan membaca yang menyenangkan. Caranya guru atau orang tua dapat membacakan cerita pada anak dengan gaya interaktif menggunakan gerakan, suara karakter, atau bantuan alat boneka karakter. Selanjutnya, FLA merupakan kegiatan yang mengandung unsur literasi dan terkonsep dalam bentuk permainan. Di dalam FLA ada permaianan Bunga Berkata, permainan ini mengasah kemampuan siswa dalam mengenal huruf, membaca kata, dan membuat kalimat serta paragraf.
Bunga berkata berisi beberapa huruf abjad baik vokal maupun konsonan. Anak-anak diinstruksikan untuk menyusun dan membaca kata per kelopak lalu menuliskannya di kertas berwarna, level selanjutnya bisa diarahkan untuk membuat kalimat serta paragraf berdasarkan kata yang sudah tersusun. Terakhir, guru atau orang tua dapat memberikan penghargaan kecil pada anak, baik secara verbal/lisan dengan kata-kata pujian ataupun non verbal dengan mengacungkan jempol atau memberikan hadiah barang.
Sebenarnya, di dalam FLA masih ada permainan yang namanya puppet/boneka wayang, walking story, dan bantal berputar. Nantikan kiat jitu MI Muhammadiyah Kenteng di episode berikutnya, ya. Home schooling yuk, biar tetap kece. Kita bantu pemerintah dengan tetap belajar di rumah. Semoga wabah virus Covid-19 segera sirna dan kita bisa beraktivitas kembali seperti biasa.


#DIRUMAHSAJA
#BERSAMALAWANCORONA
#BERKARYADIRUMAHSAJA  #

Senyum Mereka Adalah Senyumku Juga



Senyum mereka adalah senyumku juga, sebuah kalimat yang menjadi penyemangat dalam diri saya. Saya adalah seorang laki-laki biasa yang berasal dari Samigaluh, Kulon Progo. Saya merupakan salah satu santri yang tinggal di Panti Asuhan Binausaadah, Galur Kulon Progo. Sudah hampir 13 tahun saya tinggal di Panti Asuhan sejak masih lulus sekolah dasar hingga akhirnya bisa kuliah di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan konsentrasi di jurusan Pendidikan Guru Sekilah Dasar.
Menjadi seorang guru merupakan salah satu cita-cita saya sejak masih kecil, tentunya saat masih menjadi siswa di SD Negeri Sulur Samigaluh. Dulu saya pernah mempunyai guru favorit, beliau adalah guru kelas saya ketika di kelas 4 dan 5 SD. Saya pernah berangan-angan  ingin menjadi seperti beliau sehingga kini Allah SWT telah mengabulkan apa yang menjadi harapan dan keinginan saya.
Tahun 2018, tepatnya di bulan November saya diwisuda oleh Bapak Kasiyarno, M.Hum, beliau adalah rektor Universitas Ahmad Dahlan. Bangga, haru, bahagia bercampur menjadi satu saat saya berhasil sampai pada titk itu dengan mengenakan toga dan  selempang cumlaude di dada. Teringat semua usaha dan doa, berjuang 3,5 tahun menjadi anak jalanan karena harus pulang pergi, angin, hujan, petir adalah makanan sehari-hari.
Setelah lulus rasa kemantapanku untuk menjadi guru semakin tinggi. 2 bulan sebelum saya wisuda, Bapak asuh Panti Asuhan mengajak saya untuk wiyata bakti di salah satu sekolah yang ada di Dusun Kenteng, Demngrejo, Samigaluh, Kulon progo. MI Muhammadiyah  Kenteng, sebuah sekolah swasta yang berada di sebuah desa yang mayoritas adalah beragama non islam. Sekolah ini diapit oleh beberapa sekolah kKanisius dan sekolah Negeri, sehingga persaingan untuk mendapatkan siswa lumayan sulit. Namun bapak selalu memberikan saya motivasi untuk memiliki semangat juang dan semangat untuk berdakwah membesarkan sekolah ini. Sekolah kami merupakan sekolah yang berbasis islami dan berbudaya, dan dengan jargon “Berkarakter, Berprestasi, Berbudaya”
Alhamdulillah, siswa MI Muhammadiyah Kenteng yang mulanya tidak sampai 50 siswa kini sudah mencapai 100 lebih. Berbagai macam cara dan strategi dari bapak asuh saya yang juga kemarin sudah resmi dilantik sebagai Kepala Madrasah sudah banyak dilakukan. Mulai dari mencari siswa yang masih tinggal di dekat lingkungan sekolah, bahkan sampai membawa 30 santrinya untuk bersekolah di MI Muhammadiyah Kenteng, semua ini dilakukan semata-mata untuk berdakwah.
Pada Sekolah ini MI Muhammadiyah Kenteng, saya berjuang ditemai oleh bapak asuhku dan tiga kakak yang  tinggal di Panti Asuhan juga. Maka dari itu selama hampir 24 jam saya pasti bertemu dengan anak-anak, karena di Panti Asuhan bertemu di sekolah pun juga bertemu. Alhamdulillah sekarang saya diamanahi menjadi guru kelas 4, yang awalnya saya di kelas 5, kemudian ada pergantian guru dan saya di kelas 4. Lika-liku menjadi seorang guru honorer ternayata sangat luar biasa.
Saya masih tergolong sebagai guru baru di Mi Muhammadiyah Kenteng, namun perlahan tapi pasti kini sudah mulai bisa akrab dengan anak-anak, apalagi saya juga menjadi pembimbing extrakurikuler sekolah, jadi intensitas dengan anak-anak lebih banyak. Sampai pada suatu hari tepatmya tanggal 8 Februari 2029 adalah hari yang spesial buat saya, karena saya mendapatkan sebuah kejutan dari anak-anak, yaitu surprise ulang tahun. Anak-anak memberikan sebuah kue dan banyak kado yang berwujud sebuah tulisan anak-anak, harapan anak-anak serta kesan pesan mereka kepada saya, it’s my sweet memories.
Buat saya pribadi, senyuman mereka adalah semangat saya. Saya sangat senang dan bangga ketika melihat semangat mereka dalam menuntut ilmu. Saya bangga dan sudah menganggap semua siswa adalah anak saya sendiri yang perlu saya perjuangkan masa depannya. Satu hal yang membuat saya salut adalah tidak ada rasa keminderan pada diri anak-anak walaupun harus bersekolah di MI Muhammadiyah Kenteng. semangat mereka makin terpupuk ketika banyak diikutkan lomba-lomba antar sekolah baik tingkat gugus, kecamatan ,kabupaten bahkan nasional dan alhamdulillah bisa mendapatkan juara.
Sejak saat itu saya juga diamanahi sebagai penanggung jawab setiap event perlombaan sekolah. Anak-anak memiliki banyak potensi dan bakat yang perlu kita wujudkan. Hal ini akan menjadi sebuah tombak kesuksesan bagi anak khususnya dan bagi sekolah dan orang tua umumnya. Ketika rasa ikhlas dan peduli menjadi dasar dalam kita mengajar, maka semuanya terasa nikmat. Jangan jadikan beban dalam hidup, jalani dan berikan yang terbaik. Senang rasanya ketika melihat senyum semangat mereka dalam upaya menuju masa depan dan menggapai asa. Sekian

#DIRUMAHSAJA
#BERSAMALAWANCORONA
#BERKARYADIRUMAHSAJA