Senyum mereka adalah
senyumku juga, sebuah kalimat yang menjadi penyemangat
dalam diri saya. Saya adalah seorang laki-laki biasa yang berasal dari
Samigaluh, Kulon Progo. Saya merupakan salah satu santri yang tinggal di Panti
Asuhan Binausaadah, Galur Kulon Progo. Sudah hampir 13 tahun saya tinggal di
Panti Asuhan sejak masih lulus sekolah dasar hingga akhirnya bisa kuliah di
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan konsentrasi di jurusan Pendidikan
Guru Sekilah Dasar.
Menjadi
seorang guru merupakan salah satu cita-cita saya sejak masih kecil, tentunya
saat masih menjadi siswa di SD Negeri Sulur Samigaluh. Dulu saya pernah
mempunyai guru favorit, beliau adalah guru kelas saya ketika di kelas 4 dan 5
SD. Saya pernah berangan-angan ingin
menjadi seperti beliau sehingga kini Allah SWT telah mengabulkan apa yang menjadi
harapan dan keinginan saya.
Tahun
2018, tepatnya di bulan November saya diwisuda oleh Bapak Kasiyarno, M.Hum,
beliau adalah rektor Universitas Ahmad Dahlan. Bangga, haru, bahagia bercampur
menjadi satu saat saya berhasil sampai pada titk itu dengan mengenakan toga dan selempang cumlaude
di dada. Teringat semua usaha dan doa, berjuang 3,5 tahun menjadi anak
jalanan karena harus pulang pergi, angin, hujan, petir adalah makanan
sehari-hari.
Setelah
lulus rasa kemantapanku untuk menjadi guru semakin tinggi. 2 bulan sebelum saya
wisuda, Bapak asuh Panti Asuhan mengajak saya untuk wiyata bakti di salah satu
sekolah yang ada di Dusun Kenteng, Demngrejo, Samigaluh, Kulon progo. MI
Muhammadiyah Kenteng, sebuah sekolah
swasta yang berada di sebuah desa yang mayoritas adalah beragama non islam.
Sekolah ini diapit oleh beberapa sekolah kKanisius dan sekolah Negeri, sehingga
persaingan untuk mendapatkan siswa lumayan sulit. Namun bapak selalu memberikan
saya motivasi untuk memiliki semangat juang dan semangat untuk berdakwah
membesarkan sekolah ini. Sekolah kami merupakan sekolah yang berbasis islami
dan berbudaya, dan dengan jargon “Berkarakter,
Berprestasi, Berbudaya”
Alhamdulillah,
siswa MI Muhammadiyah Kenteng yang mulanya tidak sampai 50 siswa kini sudah
mencapai 100 lebih. Berbagai macam cara dan strategi dari bapak asuh saya yang
juga kemarin sudah resmi dilantik sebagai Kepala Madrasah sudah banyak
dilakukan. Mulai dari mencari siswa yang masih tinggal di dekat lingkungan
sekolah, bahkan sampai membawa 30 santrinya untuk bersekolah di MI Muhammadiyah
Kenteng, semua ini dilakukan semata-mata untuk berdakwah.
Pada
Sekolah ini MI Muhammadiyah Kenteng, saya berjuang ditemai oleh bapak asuhku
dan tiga kakak yang tinggal di Panti
Asuhan juga. Maka dari itu selama hampir 24 jam saya pasti bertemu dengan
anak-anak, karena di Panti Asuhan bertemu di sekolah pun juga bertemu.
Alhamdulillah sekarang saya diamanahi menjadi guru kelas 4, yang awalnya saya
di kelas 5, kemudian ada pergantian guru dan saya di kelas 4. Lika-liku menjadi
seorang guru honorer ternayata sangat luar biasa.
Saya
masih tergolong sebagai guru baru di Mi Muhammadiyah Kenteng, namun perlahan
tapi pasti kini sudah mulai bisa akrab dengan anak-anak, apalagi saya juga
menjadi pembimbing extrakurikuler sekolah, jadi intensitas dengan anak-anak
lebih banyak. Sampai pada suatu hari tepatmya tanggal 8 Februari 2029 adalah
hari yang spesial buat saya, karena saya mendapatkan sebuah kejutan dari
anak-anak, yaitu surprise ulang tahun. Anak-anak memberikan sebuah kue dan
banyak kado yang berwujud sebuah tulisan anak-anak, harapan anak-anak serta
kesan pesan mereka kepada saya, it’s my
sweet memories.
Buat
saya pribadi, senyuman mereka adalah semangat saya. Saya sangat senang dan
bangga ketika melihat semangat mereka dalam menuntut ilmu. Saya bangga dan
sudah menganggap semua siswa adalah anak saya sendiri yang perlu saya
perjuangkan masa depannya. Satu hal yang membuat saya salut adalah tidak ada
rasa keminderan pada diri anak-anak walaupun harus bersekolah di MI
Muhammadiyah Kenteng. semangat mereka makin terpupuk ketika banyak diikutkan
lomba-lomba antar sekolah baik tingkat gugus, kecamatan ,kabupaten bahkan
nasional dan alhamdulillah bisa mendapatkan juara.
Sejak
saat itu saya juga diamanahi sebagai penanggung jawab setiap event perlombaan
sekolah. Anak-anak memiliki banyak potensi dan bakat yang perlu kita wujudkan.
Hal ini akan menjadi sebuah tombak kesuksesan bagi anak khususnya dan bagi
sekolah dan orang tua umumnya. Ketika rasa ikhlas dan peduli menjadi dasar
dalam kita mengajar, maka semuanya terasa nikmat. Jangan jadikan beban dalam
hidup, jalani dan berikan yang terbaik. Senang rasanya ketika melihat senyum
semangat mereka dalam upaya menuju masa depan dan menggapai asa. Sekian
#DIRUMAHSAJA
#BERSAMALAWANCORONA
#BERKARYADIRUMAHSAJA
#DIRUMAHSAJA
#BERSAMALAWANCORONA
#BERKARYADIRUMAHSAJA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar