..Welcome to my blog..

Assalammualaikum..
Semuanya salam pendidikan .. ^_^

Semoga bermanfaat untuk kita semua, selain itu kritik dan saran yang mendukung juga sangat diharapkan.
Semangat dan sukses selalu untuk kita...
go go go...!!!

Sabtu, 18 April 2020

Senyum Mereka Adalah Senyumku Juga



Senyum mereka adalah senyumku juga, sebuah kalimat yang menjadi penyemangat dalam diri saya. Saya adalah seorang laki-laki biasa yang berasal dari Samigaluh, Kulon Progo. Saya merupakan salah satu santri yang tinggal di Panti Asuhan Binausaadah, Galur Kulon Progo. Sudah hampir 13 tahun saya tinggal di Panti Asuhan sejak masih lulus sekolah dasar hingga akhirnya bisa kuliah di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan konsentrasi di jurusan Pendidikan Guru Sekilah Dasar.
Menjadi seorang guru merupakan salah satu cita-cita saya sejak masih kecil, tentunya saat masih menjadi siswa di SD Negeri Sulur Samigaluh. Dulu saya pernah mempunyai guru favorit, beliau adalah guru kelas saya ketika di kelas 4 dan 5 SD. Saya pernah berangan-angan  ingin menjadi seperti beliau sehingga kini Allah SWT telah mengabulkan apa yang menjadi harapan dan keinginan saya.
Tahun 2018, tepatnya di bulan November saya diwisuda oleh Bapak Kasiyarno, M.Hum, beliau adalah rektor Universitas Ahmad Dahlan. Bangga, haru, bahagia bercampur menjadi satu saat saya berhasil sampai pada titk itu dengan mengenakan toga dan  selempang cumlaude di dada. Teringat semua usaha dan doa, berjuang 3,5 tahun menjadi anak jalanan karena harus pulang pergi, angin, hujan, petir adalah makanan sehari-hari.
Setelah lulus rasa kemantapanku untuk menjadi guru semakin tinggi. 2 bulan sebelum saya wisuda, Bapak asuh Panti Asuhan mengajak saya untuk wiyata bakti di salah satu sekolah yang ada di Dusun Kenteng, Demngrejo, Samigaluh, Kulon progo. MI Muhammadiyah  Kenteng, sebuah sekolah swasta yang berada di sebuah desa yang mayoritas adalah beragama non islam. Sekolah ini diapit oleh beberapa sekolah kKanisius dan sekolah Negeri, sehingga persaingan untuk mendapatkan siswa lumayan sulit. Namun bapak selalu memberikan saya motivasi untuk memiliki semangat juang dan semangat untuk berdakwah membesarkan sekolah ini. Sekolah kami merupakan sekolah yang berbasis islami dan berbudaya, dan dengan jargon “Berkarakter, Berprestasi, Berbudaya”
Alhamdulillah, siswa MI Muhammadiyah Kenteng yang mulanya tidak sampai 50 siswa kini sudah mencapai 100 lebih. Berbagai macam cara dan strategi dari bapak asuh saya yang juga kemarin sudah resmi dilantik sebagai Kepala Madrasah sudah banyak dilakukan. Mulai dari mencari siswa yang masih tinggal di dekat lingkungan sekolah, bahkan sampai membawa 30 santrinya untuk bersekolah di MI Muhammadiyah Kenteng, semua ini dilakukan semata-mata untuk berdakwah.
Pada Sekolah ini MI Muhammadiyah Kenteng, saya berjuang ditemai oleh bapak asuhku dan tiga kakak yang  tinggal di Panti Asuhan juga. Maka dari itu selama hampir 24 jam saya pasti bertemu dengan anak-anak, karena di Panti Asuhan bertemu di sekolah pun juga bertemu. Alhamdulillah sekarang saya diamanahi menjadi guru kelas 4, yang awalnya saya di kelas 5, kemudian ada pergantian guru dan saya di kelas 4. Lika-liku menjadi seorang guru honorer ternayata sangat luar biasa.
Saya masih tergolong sebagai guru baru di Mi Muhammadiyah Kenteng, namun perlahan tapi pasti kini sudah mulai bisa akrab dengan anak-anak, apalagi saya juga menjadi pembimbing extrakurikuler sekolah, jadi intensitas dengan anak-anak lebih banyak. Sampai pada suatu hari tepatmya tanggal 8 Februari 2029 adalah hari yang spesial buat saya, karena saya mendapatkan sebuah kejutan dari anak-anak, yaitu surprise ulang tahun. Anak-anak memberikan sebuah kue dan banyak kado yang berwujud sebuah tulisan anak-anak, harapan anak-anak serta kesan pesan mereka kepada saya, it’s my sweet memories.
Buat saya pribadi, senyuman mereka adalah semangat saya. Saya sangat senang dan bangga ketika melihat semangat mereka dalam menuntut ilmu. Saya bangga dan sudah menganggap semua siswa adalah anak saya sendiri yang perlu saya perjuangkan masa depannya. Satu hal yang membuat saya salut adalah tidak ada rasa keminderan pada diri anak-anak walaupun harus bersekolah di MI Muhammadiyah Kenteng. semangat mereka makin terpupuk ketika banyak diikutkan lomba-lomba antar sekolah baik tingkat gugus, kecamatan ,kabupaten bahkan nasional dan alhamdulillah bisa mendapatkan juara.
Sejak saat itu saya juga diamanahi sebagai penanggung jawab setiap event perlombaan sekolah. Anak-anak memiliki banyak potensi dan bakat yang perlu kita wujudkan. Hal ini akan menjadi sebuah tombak kesuksesan bagi anak khususnya dan bagi sekolah dan orang tua umumnya. Ketika rasa ikhlas dan peduli menjadi dasar dalam kita mengajar, maka semuanya terasa nikmat. Jangan jadikan beban dalam hidup, jalani dan berikan yang terbaik. Senang rasanya ketika melihat senyum semangat mereka dalam upaya menuju masa depan dan menggapai asa. Sekian

#DIRUMAHSAJA
#BERSAMALAWANCORONA
#BERKARYADIRUMAHSAJA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar