Saat
ini virus Covid-19 atau sering disapa Corona masih bermukim di berbagai belahan
dunia. Awalnya virus ini berasal dari Tiongkok dan kemudian menyebar ke negara
lain. Virus ini telah menjangkiti dan membunuh banyak orang di seluruh dunia,
tak terkecuali Indonesia. Berbagai aktivitas di seluruh bidang terjeda,
termasuk di dunia pendidikan.
Anak-anak
dan para guru sekarang tak lagi belajar di sekolah. Semua pembelajaran
dialihkan menjadi home schooling. Hal tersebut dilakukan untuk memutus
penyebaran virus dan melindungi anak-anak maupun para guru agar tak tertular
virus ini. Home schooling telah dimulai sejak pertengahan bulan Maret dan diperpanjang lagi
sampai bulan April. Anak-anak MI Muhammadiyah Kenteng sejauh ini sangat
menikmati dan menjalankan semua arahan ataupun beberapa tugas dari guru wali
kelas.
Anak-anak
yang belajar di rumah dibantu oleh orang tua/wali masing-masing. Pembelajaran
ini ternyata dapat mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Orang tua menjadi
semakin paham dengan gaya belajar dan kemampuan anaknya. Sementara itu, ada
sedikit hal berbeda dengan siswa MI Muhammadiyah Kenteng. Sebagian di antara
siswa-siswanya merupakan anak panti. Mereka bertempat tinggal di Panti Asuhan
Binausaadah Galur, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Sebagaimana siswa lain
melakukan home schooling, anak-anak
panti juga demikian. Perbedaannya, anak panti belum berkesempatan didampingi
orang tua, melainkan didampingi oleh pengasuh santri.
Alhamdulillah,
beberapa pengasuh santri panti ini adalah guru MI Muhammadiyah Kenteng sendiri.
Banyak yang telah diperoleh dari proses home schooling ini. Berbagai
kegiatannya memberikan pelajaran kepada kita bahwa guru dan para orang tua
perlu lebih kreatif untuk memunculkan gaya belajar yang menyenangkan, tidak
membosankan, dan membuat anak lebih semangat dalam belajar. Bagaimana tidak?
Seringkali, setiap hari anak-anak belajar di rumah tanpa media pembelajaran,
dan beberapa mungkin terbatas oleh ruang karena beberapa orang tua belum bisa
mendampingi anak dengan maksimal.
Hal
tersebut sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan guru atau wali kelas 4 MI
Muhammadiyah Kenteng kepada beberapa siswa dan orang tua. Hasilnya, beberapa anak
menyampaikan lebih nyaman dan senang belajar di sekolah, bisa bertemu dengan
banyak teman dan guru. Sementara menurut orang tua, kegiatan belajar anak lebih
terfokus jika dilaksanakan di sekolah. Guru dan para orang tua hebat, bagaimana
memunculkan kegiatan belajar yang menyenangkan? MI Muhammadiyah Kenteng
memiliki cara yang kece agar anak-anak semakin betah belajar di rumah.
Kiat
ini juga bisa dilakukan di mana saja. Seperti filosofi pendidikan Ki
Hadjar Dewantara, “Semua orang adalah murid, semua orang adalah guru, semua
tempat adalah sekolah”. Orang tua tidak perlu canggung karena kita semua adalah pembelajar,
sekaligus pendidik yang siap belajar, dan tempat belajar kita tidak terbatas
pada empat dinding. Guru MI Muhammadiyah Kenteng melakukan pendampingan home schooling
dengan sesekali bersama-sama bernyanyi. Guru dan para orang tua hebat juga bisa
melakukan Fun Reading Activities (FRA) dan Fun Literacy Activities (FLA).
FRA
dan FLA merupakan kegiatan literasi menyenangkan yang sudah dibagikan oleh
Sekolah Literasi Indonesia (SLI) program Dompet Dhuafa Pendidikan (DD
Pendidikan) dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta (DDJ) melalui pelatihan dan
pembinaan kepala sekolah/kepala madrasah serta guru. FRA merupakan suatu
kegiatan membaca yang menyenangkan. Caranya guru atau orang tua dapat
membacakan cerita pada anak dengan gaya interaktif menggunakan gerakan, suara
karakter, atau bantuan alat boneka karakter. Selanjutnya, FLA
merupakan kegiatan yang mengandung unsur literasi dan terkonsep dalam bentuk
permainan. Di dalam FLA ada permaianan Bunga Berkata, permainan ini mengasah kemampuan
siswa dalam mengenal huruf, membaca kata, dan membuat kalimat serta paragraf.
Bunga
berkata berisi beberapa huruf abjad baik vokal maupun konsonan. Anak-anak
diinstruksikan untuk menyusun dan membaca kata per kelopak lalu menuliskannya
di kertas berwarna, level selanjutnya bisa diarahkan untuk membuat kalimat
serta paragraf berdasarkan kata yang sudah tersusun. Terakhir, guru atau orang
tua dapat memberikan penghargaan kecil pada anak, baik secara verbal/lisan
dengan kata-kata pujian ataupun non verbal dengan mengacungkan jempol atau
memberikan hadiah barang.
Sebenarnya,
di dalam FLA masih ada permainan yang namanya puppet/boneka wayang, walking
story, dan bantal berputar. Nantikan kiat jitu MI Muhammadiyah Kenteng di
episode berikutnya, ya. Home schooling yuk, biar tetap kece. Kita bantu pemerintah dengan tetap
belajar di rumah. Semoga wabah virus Covid-19 segera sirna dan kita bisa
beraktivitas kembali seperti biasa.
#DIRUMAHSAJA
#BERSAMALAWANCORONA
#BERKARYADIRUMAHSAJA #

Tidak ada komentar:
Posting Komentar